Lakukan Hal Berikut Ini Jika Anak Tidak Naik Kelas Saat SMA

Tidak naik kelas bagi remaja adalah hal yang berat. Rasa malu dan gagal niscaya akan datang. Ia harus satu kelas dengan murid yang semula adik kelasnya, dan teman-temannya kini menjadi kakak kelas. Selain itu, cap bodoh nyaris selalu ada, meskipun tidak pasti menggambarkan keadaan yang sebenarnya.

Perasaan negatif ini tidak boleh berkepanjangan. Tinggal kelas bukan berarti akan gagal di masa depan. Lakukan beberapa hal ini untuk menaikkan kembali performa belajarnya serta meningkatkan kepercayaan dirinya:

  • Identifikasi masalah

Luangkan waktu untuk duduk bersama dan membicarakan masalah tidak naik kelas ini. Tanyakan apakah mata pelajarannya terlalu sulit, apakah ia tidak mengerjakan PR, tidak tahu cara belajar yang efektif, banyak bolos sekolah, sedang mengalami stres, hingga kemungkinan jika ada masalah kejiwaan seperti depresi dan kecemasan.

Minat anak juga bisa jadi faktor ia tidak naik kelas. Maka, orang tua juga harus mengenali minat anak. Jangan sampai orang tua memaksa anak harus masuk IPA tetapi ia tertarik dengan IPS.

  • Bicarakan hal ini dengan gurunya

Terkadang anak melarang orang tuanya berbicara dengan guru mereka. Meski demikian, orang tua harus mendiskusikan ini dengan guru untuk mengetahui masalahnya. Anak mungkin tidak sadar kalau ia tidak memperhatikan di kelas atau ia melewatkan banyak tugas. Tanya pendapat guru mereka apa yang dibutuhkan agar anak Anda naik kelas.

Pertimbangkan kemungkinan jika anak Anda memiliki gangguan belajar seperti disleksia atau ADHD. Biasa gangguan belajar ini tidak terdiagnosis saat SMA. Jika diperlukan, kunjungi psikolog untuk menilai hal ini.

  • Menambahkan waktu belajar

Jika anak remaja Anda memiliki nilai jelek di kelas, artinya harus dibuat rencana belajar secara harian, termasuk menambah jam belajar 30 hingga 45 menit setiap hari. Sebaiknya waktu tambahan tersebut dialokasikan untuk mata pelajaran yang bermasalah.

  • Latihan tambahan

Banyak anak remaja yang malu untuk minta tolong. Salah satu cara agar nilainya lebih baik adalah minta guru lakukan pengulangan sepulang sekolah. Jika tidak memungkinkan, orang tua bisa mencari les privat yang berkualitas di rumah. Siapa tahu belajar satu lawan satu akan memudahkan ia untuk konsentrasi dan menyerap pelajaran.

  • Ubah gaya belajar

Ketidakmampuan siswa menyerap pelajaran di kelas bisa jadi karena tidak sesuai dengan gaya belajarnya. Jika guru menerapkan gaya belajar audio atau hanya sekadar menerangkan saja, maka pelajaran akan sulit diterima bagi anak yang memiliki gaya belajar visual.

Caranya, ulangi pelajaran di sekolah strategi gaya belajar yang sesuai. Jika anak memiliki gaya belajar visual, maka buatlah diagram, mind map, atau menonton video dari internet. Terapkan strategi ini saat ia belajar.

  • Berikan motivasi

TIdak naik kelas tidak hanya berat bagi remaja, tetapi juga bagi orang tua. Terkadang tidak naik kelas dianggap sebagai aib. Meski kecewa, sebaiknya orang tua tidak menunjukkan rasa marah, kecewa, dan emosional.

Lakukan dialog dari hati ke hati bahwa Anda tetap menyayangi mereka, apapun kondisinya. Anda bisa berkata, “Kami percaya kamu tidak bodoh. Kami juga percaya nilai kamu bisa lebih bagus di tahun ajaran mendatang. Tenang ya, kami akan bantu kamu belajar.”

Tidak naik kelas bukan berarti akhir dunia. Ada beberapa tokoh ternama yang pernah tinggal kelas tetapi kini sukses, seperti Rhenald Kasali, Thomas Alva Edison, Soe Hok Gie, atau Harry Tjan Silalahi. Ingat, hal paling penting adalah berusaha dan jangan pernah menyerah.

sumber:
https://www.gurupendidikan.co.id/